Kamis, 08 Januari 2009


contact Person : YM : rasyidalghiffari@yahoo.co.id
+6285727539863

MothEr - Sami Yususf
Blessed is your face
Blessed is your name
My beloved
Blessed is your smile
Which makes my soul want to fly
My beloved
All the nights
And all the times
That you cared for me
But I never realised it
And now it’s too late
Forgive me

Now I’m alone filled with so much shame
For all the years I caused you pain
If only I could sleep in your arms again
Mother I’m lost without you

You were the sun that brightened my day
Now who’s going to wipe my tears away
If only I knew what I know today
Mother I’m lost without you

Ummahu, ummahu, ya ummi
wa shawqahu ila luqyaki ya ummi
Ummuka, ummuka, ummuka ummuka
Qawlu rasulika
Fi qalbi, fi hulumi
Anti ma’i ya ummi
Mother... Mother... O my mother
How I long to see O mother
“Your mother, Your mother, Your mother”
Is the saying of your Prophet
In my heart, in my dreams
You are always with me mother

Ruhti wa taraktini
Ya nura ‘aynayya
Ya unsa layli
Ruhti wa taraktini
Man siwaki yahdhununi
Man siwaki yasturuni
Man siwaki yahrusuni
‘Afwaki ummi
Samihini...
You went and left me
O light of my eyes
O comfort of my nights
You went and left me
Who, other than you, will embrace me?
Who, other than you, will cover me?
Who, other than you, will guard over me?
Your pardon mother, forgive me

Mimpi Gelandang Hari Ini

panas hari ini seperti hari kemarin
tetap saja angkuh menyengat
tak peduli kulit mengelupas mengerut dingin

panas hari ini
seperti kemarin mengikutiku menyusuri jalan kutapak
tak peduli fikiranku berkecamuk

aku tak ingin menjadi aku hari ini
sudah kuperas dayaku untuk bangkit
namun kerasnya kota
memalingkan harapanku untuk menjadi lebih baik

mimpiku menyuapi anaku dengan nasi hangat
kandas oleh pengalaman kerja yang tak ku miliki
kandas oleh map lusuh dan baju kusut
tanpa melirik gejolak asa di batinku
tanpa menoleh geloraku membangun asa
aku terpuruk oleh keniscayaan
gelandangan..

aku terhempas oleh sistem
tanpa memberiku kesempatan
yang bisa meruntuhkan tirani...

gelandangan..
terlanjur otaknya tetancap oleh stempel keadaaan fisik ku
hingga mengepung geraku
membatasi langkahku

aku hidup
mengihidupi beberapa nyawa kutanggung

aku hidup
dibawah belenggu kenyataan kota
bahwa aku tak punya siapa
bahwa aku harus di sisihkan

tanpa mau tau siapa aku

1 komentar:

  1. saya suka blog ini! B)

    "Bagi kamu- kamu yang suka ama puisi, kalian bisa menyalurkannya disini..."

    gmn caranya? :D

    BalasHapus

Sami Yusuf- Mother

pengorbanan ayah gelandangan

pengorbanan ayah gelandangan
berkorban untuk anak istrinya. Walaupun meminta- minta. panas terik tak dirasa. hujan badai pun ia terpa. hanya untuk sesuap nasi yang akan diberikan untuk anak istrinya.

Bunga cintaku

Sudah satu jam aku mengurung diri di kamar. Aku masih saja menangis dengan lirih. Tiba-tiba aku dikejutkan oleh suara ketukan pintu.

"Lin, ayo makan dulu, kamu lagi apa sih? Dari tadi dikamar terus?" kata ibu dengan lembutnya.

Kau hanya diam menanggapinya.

"ya udah, nanati ibu taruh makananmu dilemari makan ya, sayang"

Lagi- lagi aku tak bergeming . Aku tak tahu, mengapaa aku jadi begini setelah mengenal sosok Rama. Aku sangat mencintainya, namun dia tidak mengahargai aku. Kejadian tadi siang kulamunkan kembali. Ku lihat Rama sedang duduk brerduaan dengan Asti, primadona sekolahanku.

" Lin, kesini .... Aku algi curhat nih ke Asti soal temannya yang waktu itu aku ajak jalan..." Rama mengajakku untuk mengobrol bersama. Namun, mendengar kata-kata bahwa dia habis berkencan dengan wanita lain itu membuatku sakit. namun aku hanya tersenyum menanggapinya sambil duduk disebelah Rama.

Tiba-tiba bel masuk.

Asti segera berpamitan kembali ke kelasnya.

" lin, menurut kamu Asti anaknya gimana? Kalau Mevi? Yang waktu itu aku ajak jalan.... Ehm, aku pilih yang mana ya?" kata Rama yang membuat hatiku tambah sakit. Kesabaran ku pun habis dibuatnya.

"Ram, kamu jangan mainin perasaan cewek dong! Kamu tau kan? Cewek itu punya hati! Kamu jangan nyakitin perasaan cewek terus dong!" kataku setengah menjerit.

"Lin kamu apa-apaan sih? Aku kan cuma minta pendapat kamu aja! Kalau kamu gak ya udah dong!" kata Rama

"kamu gak ngerti, Ram..." kataku dan akupun meninggalkan Rama sendirian. Aku tahu, aku hanya sahabatnya saja yang tidak berhak menentukan sikapnya. Tapi aku mencintaimu, Ram....

" Lin ada temannmu tuh... Ayo keluar.... Dia sudah menunggu lama..." suara ibu mengagetkank. Akupun segera menemui tamu itu.

Aku sangat terkejut, di ruang atmu sudah terpajang banyak sekali bunga mawar merah. " ada apa ini?"

"Lin, aku mau minta maaf buat semuanya...kata Rama yang muncul di balik pintu.mataku mulai panas,rasanya aku ingin menangis lagi.

Ke...kenapa kamu datang ke..." kataku yang sempat gugup.

"karena aku telah mendapat jawaban darimu. Bahwa kamu benar-benar cinta padaku" kata Rama yang membuat jantungku berdetak lebih cepat.

"Aku bawakan banyak bunga mawar sebagai tanda rasa cintaku padamu." Rama tesenyum padaku. Aku sangat terkejut mendapati suasana seperti ini. Aku sangat bahagia. Namun sekelilingku berubah menjadi gelap, tubuhku menjadi tak seimbang. Dan...

"Linda... !" teriakan Rama samar kudengar.

Nama : Citra Luckyta Lentera Gulita

Kelas : XI IPA 4